Selasa, 19 November 2013

5 Cara Hidup dan Bahagia


Shalat express... balapan kalah

AWAS HATI-HATI DENGAN SHOLAT KILAT EXPRESS ATAU SHOLAT NGEBUT !!!!

Justru dikhawatirkan ternyata kita belum sholat

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu: Bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam masuk mesjid. Lalu seorang lelaki masuk dan melakukan salat. Setelah selesai ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Beliau menjawab salamnya lalu bersabda: Ulangilah sholatmu, karena sesungguhnya engkau belum sholat. Lelaki itu kembali sholat seperti sholat sebelumnya. Setelah sholatnya yang kedua ia mendatangi Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. dan memberi salam. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menjawab: Wa 'alaikas salam. Kemudian beliau bersabda lagi: Ulangilah sholatmu, karena sesungguhnya engkau belum salat. Sehingga orang itu mengulangi sholatnya sebanyak tiga kali. Lelaki itu berkata: Demi zat yang mengutus Anda dengan membawa kebenaran, saya tidak dapat mengerjakan yang lebih baik daripada ini semua. A...jarilah saya. Beliau bersabda: Bila engkau melakukan sholat, bertakbirlah. Bacalah bacaan dari Al-Qur'an yang engkau hafal. Setelahitu rukuk hingga engkau tenang dalam rukukmu. Bangunlah hingga berdiri tegak. Lalu bersujudlah hingga engkau tenang dalam sujudmu. Bangunlah hingga engkau tenang dalam dudukmu. Kerjakanlah semua itu dalam seluruh sholatmu. (HR. Muslim no. 602)

SubhanALLAH...

"Betapa indahnya ajaran Rasulullah Saw. Beliau ajarkan kita, menyinari cahaya dalam kegelapan. Allahumma Sholi wassalim alaa sayyidina Muhammad wa alaa alih sayyidinaa Muhammad. Semoga Semua Amal ibadah shalat kita, diterima ALLAH SWT. Aamiin"

Keindahan tentang kita

Tinta emas yang mencatat sejarah persahabatan terbaik adalah kisah persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshar. Yaitu persaudaraan yang memancarkan keindahan cahaya pelangi jagat raya, mengalirkan angin sejuk, menyebarkan semerbak harum dan mend...engungkan alunan syair indah. Semoga Alloh menghimpun kita di akhirat dalam keadaan bersaudara. Dipertemukan dalam mahligai cinta abadi; cinta sejati, cinta hakiki, cinta teragung dan cinta di atas cinta. Cinta Alloh SWTLihat Selengkapnya

Selasa, 12 November 2013

CINTA........ -_-''

Cara Mengatasi Masalah Cinta

Langkah Pertama Cara Mengatasi Masalah Cinta

Inikah Cinta?

cara mengatasi masalah cintaBerbicara tentang Cara Mengatasi Masalah Cinta, maka langkah pertamanya ialah kita harus mengerti dulu definisi cinta. Banyak sekali definisi cinta yang bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber, tetapi saya akan jelaskan definisi cinta dari ulama terkemuka yang pasti terpercaya, yaitu Imam Ghazali.
Cinta adalah suatu kecendrungan terhadap sesuatu yang memberikan manfaat. -Al Ghazali

Ada Apa Dengan Cinta?

Kita sedang membahas mengatasi masalah cinta. Memangnya ada apa dengan cinta? Bukankah cinta itu suci dan agung? Justru karena anggapan cinta itu suci dan agung, maka banyak orang yang mengikuti secara mutlak apa yang (dia pikir) datang dari cinta. Inilah masalah utama dengan cinta, saat kita tertawan oleh cinta yang salah, oleh cinta yang tidak semestinya.
Ya, cinta akan menjadikan diri Anda tawanan apa yang Anda cintai. Prosesnya seperti apa yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim:
  • berawallah hubungan antara hati dengan apa yang dilihat-nya.
  • Lalu hubungan itu menguat sehingga menjadi kerinduan yang tertuang ke segenap sisi hati.
  • Kerinduan itu pun menguat hingga menjadi gharam (cinta membara), seperti gharim (orang yang berpiutang) yang tak pernah meninggalkan gharim-nya (orang yang berhutang padanya).
  • Lalu gharam itu pun menguat hingga menjadi Hsyq, yaitu cinta yang berlebihan.
  • Lalu ia pula menguat hingga menjadi syaghaf, yaitu cinta yang sampai menukik tajam dan menyatu dengan hati.
  • Kemudian ia ju-ga menguat hingga menjadi tatayyum, yakni penyembahan.
  • Ia menyembah cinta, hatinya pun kemudian menjadi hamba bagi orang yang ia tidak layak menjadi hambanya.

Demi Cintaku Padamu

Inilah puncak masalah cinta. Saat cinta sudah tidak terbendung, saat diri sudah menjadi tawanan apa yang kita cintai, maka kita bisa dengan mudah mengatakan: “demi cintaku padamu…” kemudian dia mau melakukan apa saja dengan yang dicintainya.
Coba perhatikan, berikut adalah fenomena yang terjadi dalam kehidupan kita berkaitan dengan cinta:
  • Banyak orang yang rela melakukan dosa demi cintanya kepada lawan jenis, mulai berdua-duaan di tempat yang sepi, berpegangan tangan, saling memandang, berzina, bahkan sampai bunuh diri. Semuanya dosa namun terbungkus oleh keindahan cinta yang menjadikan diri kita tawanan.
  • Begitu juga, banyak orang yang rela melakukan dosa demi cintanya kepada harta. Menipu, korupsi, kolusi, mencuri, dan berbagai perbuatan jahat lainnya adalah karena cinta kepada harta benda. Mereka mau menghalalkan segala cara demi cintanya pada harta.
Tentu masih ada cinta-cinta lainnya yang menjadikan diri kita tertawan, tunduk, dan patuh terhadap apa yang dikatakan yang dicintainya tanpa peduli apakah itu baik atau tidak, apakah itu benar atau tidak. Inilah mengapa kita akan belajar bagaimana cara mengatasi masalah cinta, sebab masalah cinta bisa menjerumuskan kehidupan kita.
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” (Al-Baqarah: 165).
Cinta itu sangat halus, merasuk ke dalam hati. Dalil dan pembenaran pun muncul demi apa yang dicintainya. Inilah mengapa kita harus mengetahui cara mengatasi masalah cinta.

The Power of Love

Cinta itu memiliki kekuatan, bahkan motivasi diri berawal dari cinta. Cinta adalah penggerak. Cintalah yang menjadikan kita bertindak. Jika apa yang kita cintai itu benar, maka benarlah apa yang kita lakukan. Sebaliknya, jika apa yang kita cintai itu salah, maka salahlah apa yang kita lakukan.
Ibnul Qayyim mengatakan:
  • Cinta menggerakkan seorang pecinta untuk mencari yang dicintai-nya, dan kecintaannya akan sempurna manakala ia telah mendapatkan-nya.
  • Maka, cinta itulah yang menggerakkan pecinta Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), pecinta Al-Qur’an, pecinta ilmu dan iman, pecinta mate-ri dan uang, pecinta berhala-berhala dan salib, pecinta wanita dan anak-anak, pecinta tanah dan air dan cinta pula yang menggerakkan pecinta saudara-saudaranya.
  • Hatinya akan tergerak kepada yang dicintainya dari hal-hal di atas.
  • Hatinya tergerak saat yang dicintainya disebutkan, dan tidak ketika disebutkan yang lain.
Jika mau disebutkan secara sederhana, jika Anda mencintai Allah, maka Anda akan tergerak menuju Allah. Sebaliknya, jika cinta kepada yang lainnya, maka Anda akan tertuju kepada yang selain Allah. Inilah kekuatan cinta yang menjadikan cara mengatasi masalah cinta menjadi sangat penting.

Langkah Kedua Cara Mengatasi Masalah Cinta

Ok, tadi kita sudah membahas langkah pertama Cara Mengatasi Masalah Cinta yaitu memahami bahaya dari masalah cinta. Setelah Anda memahami bahaya masalah cinta, maka Anda akan otomatis mengalihkan cinta Anda kepada cinta hakiki, yaitu Allah Subhaanahu wa ta’ala. Bukan berarti tidak boleh mencintai makhluq-Nya, namun cinta kita kepada makhluq-Nya adalah dalam rangka cinta kita kepada Allah.

Cara Mengatasi Masalah Cinta Itu Dengan Tazkiyatun Nafs

Sekarang, kita bahas bagaimana Cara Mengatasi Masalah Cinta langkah kedua. Apa langkah keduanya? Membersihkan hati kita sehingga kita memiliki hati yang sehat (qalbun salim) dan terus menjaganya. Menurut Ibnul Qayyim:
Qalbun salim adalah hati yang selamat dari menjadikan sekutu untuk Allah dengan alasan apa pun. la hanya mengikhlaskan penghambaan dan ibadah kepada Allah semata, baik dalam kehendak, cinta, tawakal, inabah (kembali), merendahkan diri, khasyyah (takut), raja’ (pengharapan), dan ia mengikhlaskan amalnya untuk Allah semata. Jika ia mencintai maka ia mencintai karena Allah. Jika ia membenci maka ia membenci karena Allah. Jika ia memberi maka ia memberi karena Allah. Jika ia menolak maka ia menolak karena Allah.
Insya Allah, semoga Allah memberikan kekuatan, saya akan membahas tentang cara membersihkan hati (tazkiyatun nafs) di lain waktu. Atau Anda bisa membaca buku Tazkiyatun Nafs karangan Said Hawwa yang bisa Anda dapatkan di toko buku kesayangan Anda. Inti yang ingin saya sampaikan disini adalah cara mengatasi masalah cinta itu ialah tiada lain dengan membersihkan hati.

Laa Tusrifuu, Jangan Lebay!

Jangan Lebay, Karena Allah Membencinya

jangan lebayJangan lebay? Memang apa itu lebay?
Secara sederhana pengertian atau arti kata lebay adalah “berlebihan”. Sebenarnya definisi disini lebih pada kesepakatan bersama. Karena kalau kita cari di kamus besar bahasa indonesia (KBBI) kita tidak akan menemukannya. (Percayalah, kangmoes sudah membuktikannya :) )
Benarkah Allah membenci berlebihan? Banyak ayat Al Quran maupun hadits yang menjelaskan hal ini, salah satunya:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raaf:31)
Sudah percaya? Ya, lebay atau belebih-lebihan tidak disukai oleh Allah. Kalau sudah tidak disukai oleh Allah, itu kerugian besar, karena kita hanya beribadah dan meminta kepada Allah. Bagaimana jika ibadah tidak diterima? Bagaimana jika permintaan kita tidak dikabulkan oleh Allah. Makanya, jangan lebay!

Jangan Lebay Pada Bidang Apa Saja?

Jika kita membaca ayat-ayat dan hadits tentang larangan berlebihan, kita bisa melihat bahwa larangan ini untuk semua bidang. Contoh pada ayat diatas adalah pada pakaian, makanan, dan minuman. Banyak ayat yang menjelaskan bahwa Allah tidak menyukai sikap berlebihan secara general.

Jangan Lebay Dalam Cinta

Salah satu fenomena di dunia remaja adalah lebay dalam persoalan cinta. Semua tindakan dan pikiran hanya fokus pada cinta lawan jenis. Update status, tentang cinta. Ngerumpi sama temannya, tentang cinta. Tidak ada yang lepas dalam pikirannya kecuali cinta lawan jenis.
Padahal, masih banyak hal lain, yang lebih besar dan penting untuk dipikirkan. Tentang studi dan karir di masa depan, ini lebih penting untuk dipikirkan dan disiapkan. Yang terpenting, bahkan ini sering dilupakan ialah tentang masa depannya di akhirat. Mereka berlebihan untuk urusan cinta terhadap lawan jenis, namun melupakan cintanya kepada Allah dan cinta Allah kepada mereka.
Banyak kasus, demi cintanya kepada lawan jenis, dia tidak memperdulikan masa depannya di akhirat dengan melakukan tindakan yang jelas-jelas dilarang, yaitu berzina dan bunuh diri. Termasuk durhaka kepada orang tua. Semuanya dilakukan demi cinta yang tidak pada semestinya.
Bukankah cinta itu fitrah? Bukankah manusia itu berjodoh?
Ya tentu saja. Allah menanamkan rasa cinta kepada manusia, cinta itu fitrah dan cinta itu anugrah. Yang perlu diperhatikan disini, bukan berarti kita tidak boleh mencintai, tetapi jangan lebay dalam cinta. Cintailah sewajarnya, termasuk bencilah sewajarnya.
Rasulullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (HR. Al-Tirmidzi).

Persiapkanlah Masa Depanmu

Selain cinta, kita pun jangan lebay untuk berbagai hal lainnya. Dibawah ini, fenomena yang sering terjadi dan yang termasuk berlebihan:
  1. Asik dengan internet seperti facebook, twitter, chatting, dan nonton youtube. Internet adalah teknologi dan memberikan manfaat, tetapi jika kita berlebihan, malah akan membawa dampak buruk bagi kita. Jangan sampai kita terjebak, menghabiskan waktu kita yang berharga untuk HANYA berinternet ria.
  2. Lebay dalam berpakaian. Yang dimaksud lebay dalam perpakaian ialah yang memakai sesuatu yang tidak pada semestinya, membuka bagian tubuh berlebihan. Tetapi seorang muslimah yang menutup semua auratnya bukanlah lebay, justru yang lebay ialah yang membuka aurat yang berlebihan. Anda hanya boleh membuka aurat di depan pasangan (suami istri), muhrim, dan saat tidak ada orang lain, diluar itu artinya lebay.
  3. Lebay dalam perkataan. “Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasululloh bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.” (HR Mutafaqun ‘alih). Perkataan yang baik adalah perkataan bernilai ibadah, dakwah, dan membawa kebaikan baik bagi yang bicara maupun yang mendengarkan. Jangan lebay, hanya membicarakan artis, lawan jenis, film, dan berbagai hal yang kurang bermanfaat lainnya.
  4. Jangan lebay dalam mencari dan mengumpulkan harta. Mencari rezeki adalah kewajiban, namun jangan sampai terjebak sampai kita melupakan ibadah lainnya mulai dari shalat sampai kewajiban untuk dakwah dan jihad. Mencari rezeki harus, tapi jangan lebay. Ada hal lain yang tidak kalah pentinya, yaitu Allah dan keluargamu.
  5. dan lain-lain.
Intinya adalah, kita jangan lebay dengan apa yang kita rasakan, pikirkan, dan lakukan saat ini karena kita harus mempikirkan masa depan kita, yang jauh lebih penting. Baik itu masa depan di dunia dan di akhirat.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Hasyr:18)

Adakah Berlebihan dalam Ibadah?

Tentu saja ada. Yang dimaksud berlebihan dalam ibadah ialah:
Pertama: menambah-nambah ibadah tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah saw. Ini yang disebutkan dengan bid’ah.
Kedua: menjalankan ibadah tidak seimbang, misalnya terus puasa, tidak menikah, terus shalat, padahal masih ada ibadah-ibadah lainnya. Coba simak hadits dibawah ini:
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Ada tiga orang yang datang ke rumah istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah mereka diberitahu, seakan-akan mereka menganggap ibadah Nabi hanya sedikit, dan mereka berkata, ‘Di manakah tempat kami dibandingkan dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal beliau telah diampuni semua dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang’. Salah seorang di antara mereka berkata, ‘Saya selamanya shalat sepanjang malam’. Yang lain berkata, ‘Saya selamanya berpuasa sepanjang tahun dan tidak pernah berbuka’. Yang lain lagi berkata, ‘Saya menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan kawin selama-lamanya’. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan berkata kepada mereka, ‘Kaliankah yang tadi berkata demikian dan demikian? Demi Allah, sesungguhnya saya adalah orang yang paling takut dan paling bertakwa kepada Allah di antara kalian, tetapi saya berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur malam, dan saya juga menikah dengan perempuan. Barangsiapa yang benci terhadap sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku’.” (Muttafaq ‘alaih)
Namun, tidak ada kata lebay dalam ibadah secara umum. Jika seseorang mengisi seluruh hidupnya dengan ibadah (sesuai dengan tuntunan dan seimbang), maka itu bukanlah lebay, memang seperti itu seharusnya karena manusia diciptakan memang untuk beribadah.
Jangan lebay, perhatikanlah hari esok mu.

Selasa, 05 November 2013

Bersama kamu... aku dan dia yang sepertiku.....
    bersambung......


Skenario by Rini Rahmah
Nanti ya pos skenarionya....